Kamis, 10 Juli 2014

Menjadi Istri Shalihah

1. Pengertian Perkawinan

"Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (Q.S. Adz Dzaariyaat : 49)
Perkawinan adalah sunnah kauniyah, ashliyah. Pasti dan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar dalam kehidupan.

" Maha Suci tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. " (Q.S. Yaasiin : 36)

" Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan." (Q.S. Ar Ra'd: 38)

"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kamu mampu untuk kawin maka kawinlah, karena sesungguhnya kawin itu akan memejamkan mata ( terhadap apa yang tidak halal dilihatnya) dan akan memeliharanya dari godaan syahwat." (Al Hadits)

2. Manfaat Perkawinan

" Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak" (Q.S. An Nisa' :1)

" Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu..." (Q.S. An. Nahl : 72)


" Perjodohan "

"...Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan, boleh jadi (pula), kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah {2}: 216)

Allah SWT. mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain.
Pertama, cepat mendapatkan jodoh.
Kedua, lambat mendapatkan jodoh, tetapi suatu ketika pasti mendapatkannya didunia.
Ketiga, menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak ( didunia tidak mendapatkan jodoh)

Kriteria Jodoh yang baik

Al-Qur'an, Allah Swt berfirman;
" Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji buat wanita-wanita yang keji (pula). Dan, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula)... " (QS. an-Nuur {24}:26)

                               Allah Swt. memberikan jodoh dengan seimbang.

Orang yang baik atau buruk menurut Allah Swt :

Hadits Abu Hurairah Ra. sabda Rasulullah Saw ;
" Sesungguhnya, Allah Swt. tidak melihat bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu. Akan tetapi, Dia melihat hati dan amalmu sekalian. " (HR.Muslim)

Pandangan Allah Swt ialah yang baik iman dan amalnya, bukan rupawan, kaya atau lainnya. Hal tersebut layak dipertimbangkan untuk mendapatkan jodoh yang tepat, tetapi jangan sebagai prioritas.
 Oleh karena itu jika ingin memperoleh jodoh yang baik, kita harus memperbaiki diri (iman dan amal ibadah). Sejauh mana kita baik, sejauh itu pula jodoh yang akan kita dapatkan. Berarti kita harus menjadi orang yang baik terlebih dahulu, demikian sebaliknya.

"Dan, orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. al-Furqaan {25}: 74).

Ayat tersebut memberikan gambaran : tujuan mencari jodoh/ perikahan adalah memberikan rasa tenteram dan damai.

Dalam berumah tangga, seorang istri harus mampu menghadirkan rasa tenang pada diri suami, dengan kelembutan yang dimilikinya. Begitu juga dengan suami, bisa menciptakan rasa aman bagi istrinya sebagai imam yang bertanggung jawab.

Carilah pendamping yang memiliki iman yang kuat dan taat pada perintah Allah Swt. Hanya dengan pendamping hidup yang bertakwa, kita mampu menemukan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh rahmat.

Sabda Rasulullah Saw : " Seorang wanita biasanya dinikahi karena empat perkara, yaitu harta, nasab (keturunan), kecantikan, dan agamanya. Maka, utamakan memilih wanita karena agamanya. Kamu akan merugi bila tidak memilihnya." (HR. Bukhari)

Hadits lain, Rasulullah Saw. bersabda; " Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya; mungkin kecantikannya itu bisa mencelakakan. Dan, janganlah kamu menikahi wanita lantaran hartanya; mungkin hartanya ini dapat menyombongkan diri. Akan tetapi, nikahilah wanita karena agamanya. Sesungguhnya, seorang hamba sahaya yang hitam kulitnya, namun beragama baik, itu jauh lebih utama." (HR. Ibnu Majah, Bazar, dan Baihaqi)

Dari kedua hadits tersebut, kita harus memilih jodoh yang baik dari sisi agamanya, yaitu iman dan amal perbuatannya. jika hanya terfokus dan tergiur oleh fisik semata atau harta yang melimpah, maka terwujud keluarga sakinah sangat mustahil. Bahkan kesengsaraan dan penderitaan mungkin terjadi.

Kriteria Memilih calon Istri 
a.Memiliki Agama dan Akhlak yang baik.
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara, yakni harta, keturunan,kecantikan, dan agamanya. pilihlah wanita yang beragama, niscaya kamu bahagia." (HR. Muttafaqun 'Alaih) 

"Dan, janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya, budak yang mukmin lebih baik daripada orang musyrik, walaupun ia menarik hatimu..." (QS. al-Baqarah {2}: 221)